iPublic.id, Jakarta – Keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia FIFA 2026 menjadi tanda tanya setelah Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Pernyataan itu memicu spekulasi mengenai kemungkinan tim lain menggantikan Iran, termasuk Timnas Indonesia.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran dan di kutip dari Reuters, Donyamali menegaskan bahwa situasi politik yang memanas membuat negaranya sulit tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Ia menyebut Iran tidak bisa mengikuti Piala Dunia setelah pemimpin mereka terbunuh oleh pihak yang disebutnya sebagai “rezim korup”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal sebelumnya Iran sudah di pastikan lolos sebagai salah satu dari 48 peserta Piala Dunia FIFA 2026. Tim yang di latih Amir Ghalenoei itu bahkan telah masuk dalam hasil undian grup.
Dalam undian yang digelar pada 5 Desember 2025, Iran tergabung di Grup G bersama Timnas Belgia, Timnas Mesir, dan Timnas Selandia Baru. Karena itu, jika Iran benar-benar mundur, FIFA harus mengambil keputusan terkait pengganti mereka.
Aturan mengenai hal tersebut tercantum dalam Pasal 6.7 regulasi turnamen FIFA untuk Piala Dunia 2026. Dalam aturan itu di sebutkan bahwa FIFA memiliki kewenangan penuh menentukan langkah yang di perlukan jika ada peserta yang mundur atau dikeluarkan dari kompetisi.
FIFA juga berhak menunjuk asosiasi lain sebagai pengganti tim yang mengundurkan diri. Keputusan tersebut sepenuhnya berada dalam kebijakan organisasi sepak bola dunia tersebut.
Mantan Di rektur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, mengatakan tidak ada preseden modern terkait situasi seperti ini. Menurutnya, regulasi turnamen memberi FIFA kebebasan penuh untuk menentukan solusi jika sebuah tim menarik diri.
Kitching juga menjelaskan bahwa pengganti tidak harus berasal dari konfederasi yang sama. Bahkan secara teori, FIFA juga bisa memutuskan untuk tidak mengganti tim yang mundur sama sekali, meskipun keputusan tersebut bisa menimbulkan pertimbangan politik dan olahraga.
Dengan kondisi tersebut, peluang berbagai negara untuk menggantikan Iran terbuka secara teori. Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait kemungkinan perubahan peserta di Piala Dunia 2026. (*)
Penulis : Kir
Editor : Kir
Sumber Berita: CNN Indonesia











