iPublic.id, Gunungkidul – Seorang anak berusia 9 tahun, Ahmad Tri Efendi, terpaksa menghentikan pendidikannya demi merawat sang ibu yang lumpuh dan mengalami kebutaan di Padukuhan Jeruken, Gunungkidul. Kondisi ini telah berlangsung sejak tiga tahun terakhir, setelah ibunya jatuh sakit.
Di usia yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain, Fendi justru mengambil peran besar dalam keluarga. Ia menjadi perawat utama bagi ibunya, mulai dari menyuapi makan, menemani di tempat tidur, hingga memastikan kebutuhan harian ibunya terpenuhi.
Situasi keluarga yang serba terbatas membuat pilihan Fendi semakin berat. Bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memang diterima, namun belum mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, sang ayah yang telah lanjut usia juga kerap mengalami sakit-sakitan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski menghadapi tekanan hidup yang besar, Fendi tidak menunjukkan keluhan. Namun di balik ketegaran itu, masa kecilnya perlahan tergerus oleh tanggung jawab yang seharusnya belum ia pikul.
Pemerintah setempat dilaporkan mulai memberikan pendampingan kepada keluarga tersebut. Upaya ini dilakukan agar Fendi dapat kembali mengenyam pendidikan tanpa harus meninggalkan ibunya yang membutuhkan perawatan.
Kisah ini pun memunculkan pertanyaan mendalam tentang beban yang harus ditanggung seorang anak di usia dini, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran dukungan sosial yang lebih kuat bagi keluarga rentan. (*)
Penulis : Kir
Editor : Kir
Sumber Berita: Berita Terkini Online











