Anak 9 Tahun di Gunungkidul Berhenti Sekolah Demi Rawat Ibu Lumpuh dan Buta

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

iPublic.id, Gunungkidul – Seorang anak berusia 9 tahun, Ahmad Tri Efendi, terpaksa menghentikan pendidikannya demi merawat sang ibu yang lumpuh dan mengalami kebutaan di Padukuhan Jeruken, Gunungkidul. Kondisi ini telah berlangsung sejak tiga tahun terakhir, setelah ibunya jatuh sakit.

Di usia yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain, Fendi justru mengambil peran besar dalam keluarga. Ia menjadi perawat utama bagi ibunya, mulai dari menyuapi makan, menemani di tempat tidur, hingga memastikan kebutuhan harian ibunya terpenuhi.

Situasi keluarga yang serba terbatas membuat pilihan Fendi semakin berat. Bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memang diterima, namun belum mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, sang ayah yang telah lanjut usia juga kerap mengalami sakit-sakitan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski menghadapi tekanan hidup yang besar, Fendi tidak menunjukkan keluhan. Namun di balik ketegaran itu, masa kecilnya perlahan tergerus oleh tanggung jawab yang seharusnya belum ia pikul.

Pemerintah setempat dilaporkan mulai memberikan pendampingan kepada keluarga tersebut. Upaya ini dilakukan agar Fendi dapat kembali mengenyam pendidikan tanpa harus meninggalkan ibunya yang membutuhkan perawatan.

Kisah ini pun memunculkan pertanyaan mendalam tentang beban yang harus ditanggung seorang anak di usia dini, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran dukungan sosial yang lebih kuat bagi keluarga rentan. (*)

Penulis : Kir

Editor : Kir

Sumber Berita: Berita Terkini Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ipublic.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cek Endra Kawal Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Samudera Mahkota Mas di Sarolangun
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam
Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia
Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia
BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil April 2026, Honda Nyaris Tersingkir
ASN Wajib Siap Ditempatkan di Mana Saja? Ini Rencana Besar DPR
Berita ini 31 kali dibaca
Kisah Fendi menjadi pengingat bahwa masih banyak anak di Indonesia yang harus mengorbankan pendidikan demi keluarga. Diperlukan perhatian dan gotong royong dari berbagai pihak agar anak-anak seperti Fendi tetap bisa meraih masa depan tanpa meninggalkan tanggung jawab terhadap orang tuanya.

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:52 WIB

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:21 WIB

Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:58 WIB

Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia

Berita Terbaru

Kota Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh dan Pemkot Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:29 WIB