Kemenag Cari Solusi Nasib Guru Honorer Madrasah, Jumlahnya Hampir 800 Ribu

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

iPublic.id, Jakarta – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menanggapi persoalan guru honorer madrasah yang kembali mencuat di tengah publik, termasuk kalangan pesantren. Menurut dia, masalah yang berkaitan dengan upaya menyejahterakan guru honorer tidak hanya terjadi di satu daerah, melainkan hampir merata di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang memiliki perhatian besar untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, tentu tidak bisa sekaligus,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, jumlah guru honorer di bawah Kementerian Agama (Kemenag) RI mencapai sekitar 700 ribu hingga nyaris 800 ribu orang. Karena itu, penyelesaian soal nasib kalangan guru tersebut memerlukan sikap saksama dan proses yang bertahap, termasuk dalam hal anggaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau diselesaikan sekaligus, itu bisa menghabiskan separuh anggaran Kementerian Agama,” katanya.

Ia menegaskan, Kemenag terus berjuang mencari solusi dengan dukungan DPR dan arahan Presiden Prabowo. Pemerintah tetap harus mempertimbangkan keterbatasan anggaran negara.

Bagaimanapun, pemerintah terus memperhatikan nasib pesantren. Ia mencontohkan sejumlah kemajuan yang telah dilakukan, seperti penguatan struktur kelembagaan pesantren dan peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sebelumnya, pesantren hanya ditangani oleh satu direktur, sekarang sudah menjadi sebuah direktorat jenderal tersendiri.

“Kuota PPG juga meningkat hingga 700 persen setiap tahun. Untuk pengangkatan guru, kami cicil sedikit demi sedikit dan insya Allah ke depan bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Ia menyoroti perbedaan karakter pendidikan di Kemenag RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

“Di Kemendikdasmen, 95 persen sekolahnya negeri. Sementara di Kementerian Agama, 95 persen itu swasta dan hanya 5 persen negeri. Ini yang membuat tantangannya berbeda,” ucap dia.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk tidak membedakan antara pesantren dan sekolah umum. “Sama-sama anak rakyat kok. Ya, cuma nanti ada tahapan-tahapan, insyaa Sllah akan ada,” katanya. (*)

Penulis : Kir

Editor : Kir

Sumber Berita: Tirto.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ipublic.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cek Endra Kawal Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Samudera Mahkota Mas di Sarolangun
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam
Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia
Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia
BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil April 2026, Honda Nyaris Tersingkir
ASN Wajib Siap Ditempatkan di Mana Saja? Ini Rencana Besar DPR
Berita ini 43 kali dibaca
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memberikan keterangan dalam sebuah kegiatan resmi. (Dok. Kemenag RI)

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 11:22 WIB

Cek Endra Kawal Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Samudera Mahkota Mas di Sarolangun

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:52 WIB

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:21 WIB

Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia

Berita Terbaru

Kota Sungai Penuh

DPD Golkar Sungai Penuh Gelar Konsolidasi, Bahas BSN-PG, PPID, dan Muscam

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:11 WIB