ipublic.id, Jambi – Sebanyak 49 ribu remaja di Provinsi Jambi di laporkan mengalami putus sekolah berdasarkan data Kementerian Sosial. Kondisi ini di nilai memprihatinkan bagi dunia pendidikan daerah.
Tokoh pemuda Jambi, Iin Habibi, menyebut angka tersebut menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan pengelola pendidikan di Provinsi Jambi.
Menurutnya, ribuan remaja kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan akibat lemahnya perhatian serta buruknya tata kelola sektor pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami prihatin melihat banyak anak kehilangan masa depan karena pendidikan tidak di kelola secara maksimal,” kata Iin Habibi.
Ia menilai situasi semakin menyakitkan karena di tengah tingginya angka putus sekolah, anggaran pendidikan justru di duga di korupsi.
Dari total sekitar Rp120 miliar anggaran pendidikan di Provinsi Jambi, terdapat dugaan kerugian negara mencapai Rp21 miliar akibat praktik korupsi.
Iin Habibi menegaskan korupsi pendidikan bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak anak mendapatkan pendidikan layak.
Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas, transparan, dan mengusut seluruh pihak yang di duga terlibat dalam kasus tersebut.
“Pendidikan adalah hak rakyat, bukan tempat memperkaya diri melalui anggaran negara,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah segera menghadirkan solusi nyata untuk menekan angka putus sekolah di Provinsi Jambi. (*)
Penulis : Kir
Editor : Kir











