Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ipublic.id, Jakarta — Pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus setelah Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus positif sejak 2024 di berbagai daerah Indonesia.

Dari total kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Tingkat fatalitas penyakit ini mencapai sekitar 13 persen.

Kasus hantavirus ditemukan di Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Kesehatan memperkuat pengawasan serta mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus dari hewan pengerat.

Hantavirus diketahui menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terhirup manusia dalam lingkungan tidak higienis.

Selain hantavirus, isu kesehatan nasional juga menyoroti meningkatnya kasus obesitas dan rendahnya kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Masalah kesehatan remaja turut menjadi perhatian pemerintah sepanjang 2026. Fokus utama meliputi anemia, stunting, kurang energi kronis, dan obesitas.

Pola konsumsi makanan instan berlebihan juga menjadi sorotan karena dikaitkan dengan meningkatnya risiko gagal ginjal kronis pada usia muda.

Di sektor global, penggunaan obat berbasis GLP-1 diperkirakan menjadi tren kesehatan terbesar sepanjang 2026, terutama untuk pengendalian obesitas.

Pemerintah juga terus memperkuat infrastruktur kesehatan nasional melalui pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di Jembrana, Bali.

Pembangunan rumah sakit tersebut diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Bali Barat dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan guna mengurangi risiko penularan berbagai penyakit. (*)

Penulis : Kir

Editor : Kir

Sumber Berita: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ipublic.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cek Endra Kawal Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Samudera Mahkota Mas di Sarolangun
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam
Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia
BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil April 2026, Honda Nyaris Tersingkir
Al-Razi: Ilmuwan Muslim yang Membuktikan Medis Harus Berdasarkan Fakta
ASN Wajib Siap Ditempatkan di Mana Saja? Ini Rencana Besar DPR
Berita ini 16 kali dibaca
Kasus hantavirus di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah sepanjang Mei 2026. Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus positif tersebar di sejumlah daerah dengan tiga pasien meninggal dunia. Selain peningkatan kewaspadaan terhadap virus yang ditularkan hewan pengerat tersebut, isu obesitas, kesehatan remaja, pola hidup tidak sehat, hingga pembangunan infrastruktur kesehatan juga menjadi fokus utama sektor kesehatan nasional tahun ini.

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:52 WIB

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:21 WIB

Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:58 WIB

Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia

Berita Terbaru

Kota Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh dan Pemkot Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:29 WIB