Konflik Timur Tengah Berpotensi Tekan Ekonomi RI

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ipublic.id, Jakarta – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah berpotensi memberi tekanan pada perekonomian Indonesia. Kondisi ini dinilai dapat menghambat target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok di kisaran 6–8 persen.

Mengutip laporan Inilah.com, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai situasi geopolitik tersebut dapat menahan pertumbuhan ekonomi Indonesia di sekitar 5 persen.

Menurut Nafan, salah satu risiko utama berasal dari potensi gangguan distribusi energi global. Terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan sekitar 20 hingga 30 persen perdagangan minyak global melewati jalur tersebut. Jika terjadi gangguan, harga energi dunia berpotensi melonjak dan memicu inflasi.

Lonjakan harga energi dapat menekan daya beli masyarakat. Risiko ini semakin besar apabila pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, kenaikan harga energi juga berpotensi menambah beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini terjadi karena Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan energi.

Tekanan global juga dapat berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut berpotensi memicu volatilitas di pasar saham domestik.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario jika harga minyak dunia terus meningkat.

Ia menyebutkan, jika harga minyak mencapai 92 dolar AS per barel, defisit anggaran berpotensi melebar hingga sekitar 3,6–3,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk menjaga defisit tetap di bawah batas 3 persen, pemerintah mempertimbangkan efisiensi sejumlah pos belanja. Termasuk evaluasi pada beberapa program serta kemungkinan penundaan sebagian proyek infrastruktur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ipublic.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam
Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia
Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia
BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil April 2026, Honda Nyaris Tersingkir
ASN Wajib Siap Ditempatkan di Mana Saja? Ini Rencana Besar DPR
Viral Minum Oli, MUI Sulsel: Haram dan Berbahaya bagi Kesehatan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:21 WIB

Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:58 WIB

Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:36 WIB

BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil April 2026, Honda Nyaris Tersingkir

Berita Terbaru

Kota Sungai Penuh

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Peresmian Koperasi Merah Putih

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:19 WIB

Uncategorized

Sejarah Qurban Rasulullah SAW

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:09 WIB

Opini

Tata Cara Berqurban dalam Islam Pengertian Qurban

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:36 WIB