Kemlu: Dua WNI Selamat dari Ledakan Kapal di Selat Hormuz

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ipublic.id, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memperbarui informasi terkait insiden ledakan kapal tug boat Musaffah 2 di Selat Hormuz pada Jumat (6/3) dini hari. Dalam pernyataan terbaru, Kemlu menyebut dua warga negara Indonesia (WNI) di laporkan selamat dari kejadian tersebut.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan satu WNI yang merupakan awak buah kapal (ABK) selamat dan kini menjalani perawatan medis di Oman. Sementara satu WNI lainnya yang bekerja sebagai teknisi kapal kontainer telah berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

“Satu WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di rumah sakit di kota Khasab, Oman. Sedangkan satu WNI teknisi yang selamat telah berada di kota Abu Dhabi,” ujar Yvonne dalam keterangan video pada Minggu (8/3).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, tiga WNI lainnya yang juga merupakan awak kapal hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan operasi pencarian tersebut.

Menurut Kemlu, kapal Musaffah 2 diawaki tujuh kru dan membawa enam teknisi. Dari jumlah tersebut, terdapat lima WNI yang berada di dua kapal berbeda saat insiden terjadi.

Empat WNI bekerja sebagai awak kapal di tug boat Musaffah 2, sedangkan satu WNI lainnya merupakan teknisi yang berada di kapal kontainer Safeen Prestige. Saat kejadian, kapal tug boat itu tengah melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kapal Musaffah 2 tiba-tiba mengalami ledakan yang kemudian memicu kebakaran di kapal tersebut.

Kemlu menyatakan perwakilan RI di kawasan terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal. Langkah ini di lakukan untuk memastikan proses pencarian korban berjalan serta penanganan terhadap WNI yang selamat.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan KBRI Muscat juga terus memantau perkembangan kasus ini. Saat ini penyelidikan menyeluruh masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan kapal tersebut.

Pemerintah Indonesia juga kembali mengimbau WNI di kawasan Timur Tengah, khususnya yang bekerja di sektor pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ipublic.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cek Endra Kawal Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Samudera Mahkota Mas di Sarolangun
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam
Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia
Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia
BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil April 2026, Honda Nyaris Tersingkir
ASN Wajib Siap Ditempatkan di Mana Saja? Ini Rencana Besar DPR
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:52 WIB

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:21 WIB

Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham RI Terdepak dari Indeks Global

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jadi Titik Genting Baru Ekonomi Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:58 WIB

Kewaspadaan Hantavirus Meningkat, Kemenkes Catat 23 Kasus Positif di Indonesia

Berita Terbaru

Kota Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh dan Pemkot Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:29 WIB