ipublic.id – Ibadah qurban merupakan salah satu syariat agung dalam Islam yang memiliki sejarah panjang sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Syariat ini kemudian dilanjutkan dan di sempurnakan pelaksanaannya oleh Muhammad sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial kepada umatnya. Qurban Rasulullah SAW menjadi teladan yang penuh makna, baik dalam niat, tata cara, maupun hikmah yang terkandung di dalamnya.
Awal Disyariatkannya Qurban dalam Islam
Qurban mulai di syariatkan pada tahun kedua Hijriah, bersamaan dengan di syariatkannya shalat Idul Adha. Perintah qurban di tegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Maka laksanakanlah shalat karena, dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menjadi dasar bahwa qurban adalah ibadah yang sangat di anjurkan bagi umat Islam yang mampu. Rasulullah SAW pun menjadi orang pertama yang mencontohkan pelaksanaannya secara nyata kepada para sahabat.
Qurban Pertama Rasulullah SAW
Dalam berbagai riwayat di sebutkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan qurban dengan dua ekor kambing kibas yang bagus dan bertanduk. Hewan tersebut di sembelih langsung oleh beliau sendiri sambil membaca basmalah dan takbir.
Dari sahabat Anas bin Malik diriwayatkan:
“Nabi SAW berqurban dengan dua ekor kambing kibas putih yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangannya sendiri, membaca basmalah dan bertakbir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Qurban Rasulullah SAW menunjukkan bahwa beliau tidak hanya memerintahkan umatnya, tetapi juga memberikan contoh langsung dalam beribadah.
Keistimewaan Hewan Qurban Rasulullah SAW
Hewan qurban yang di pilih Rasulullah SAW adalah hewan terbaik. Ini menunjukkan bahwa qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi mempersembahkan sesuatu yang baik di jalan Allah SWT.
Beliau memilih hewan yang Sehat dan tidak cacat, gemuk dan bagus, Cukup umur, memiliki kualitas terbaik
Hal ini sejalan dengan ajaran Islam agar kaum muslimin memberikan yang terbaik dalam beribadah dan berbagi kepada sesama.
Rasulullah SAW Berqurban untuk Umatnya
Salah satu hal yang sangat menyentuh dari sejarah qurban Rasulullah SAW adalah beliau tidak hanya berqurban untuk dirinya dan keluarganya, tetapi juga untuk umatnya yang belum mampu berqurban.
Dalam sebuah riwayat di sebutkan, ketika menyembelih hewan qurban kedua beliau berdoa:
“Ya Allah, ini untuk Muhammad dan umat Muhammad yang tidak mampu berqurban.”
Betapa besarnya kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Bahkan dalam ibadah qurban pun beliau masih memikirkan kaum muslimin yang hidup dalam kekurangan.
Hikmah Qurban Rasulullah SAW
Qurban Rasulullah SAW mengandung banyak pelajaran berharga, di antaranya:
1. Ketakwaan kepada Allah SWT
Qurban adalah bukti ketaatan seorang hamba kepada perintah Allah.
2. Kepedulian Sosial
Daging qurban menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.
3. Keikhlasan Beribadah
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa yang sampai kepada Allah bukan darah dan dagingnya, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati.
4. Meneladani Nabi Ibrahim AS
Ibadah qurban mengingatkan umat Islam pada pengorbanan besar Ibrahim dan Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Penutup
Sejarah qurban Rasulullah SAW bukan sekadar kisah penyembelihan hewan, tetapi pelajaran tentang cinta kepada Allah, kasih sayang kepada umat, dan keikhlasan dalam beribadah. Rasulullah SAW telah memberikan teladan sempurna bagaimana qurban di lakukan dengan penuh keimanan dan kepedulian sosial.
Melalui ibadah qurban, umat Islam di ajak untuk belajar berkorban, berbagi, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. (*)
Penulis : Kir
Editor : Kir











