ipublic.id, Jambi – Ketua Persatuan Pemuda Melayu Jambi, Iin Habibi, mengimbau masyarakat tidak terprovokasi potongan video ceramah Jusuf Kalla.
Ia menegaskan, potongan video yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan, sehingga tidak layak dijadikan dasar menilai isi ceramah secara keseluruhan.
Menurutnya, di era digital, manipulasi informasi melalui pemotongan konteks sangat mudah terjadi dan kerap memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Iin menilai Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa dengan rekam jejak panjang dalam menjaga persatuan dan perdamaian nasional.
Ia mengingatkan, Jusuf Kalla pernah dua kali menjabat Wakil Presiden dan dikenal luas sebagai tokoh perdamaian serta pemersatu umat beragama.
Iin menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Jusuf Kalla dalam berbagai proses perdamaian dan upaya menjaga stabilitas nasional.
Menurutnya, pengalaman dan dedikasi tersebut menjadi teladan penting, khususnya bagi generasi muda dalam merawat kebhinekaan.
Ia juga menilai penyebaran video diduga dilakukan pihak tidak bertanggung jawab yang ingin menciptakan polarisasi di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis dan bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.
Iin menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, terutama di tengah dinamika sosial dan politik yang rentan dipicu disinformasi.
Ia mengingatkan, Indonesia memiliki pengalaman panjang menghadapi upaya adu domba yang tidak boleh terulang kembali.
“Mari jaga persatuan dan tidak memberi ruang bagi pihak yang ingin memecah belah bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan provokasi di ruang digital.
Menurutnya, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh konten menyesatkan.
Di akhir pernyataannya, ia berharap masyarakat tetap menjaga suasana damai dan saling menghormati.
Menjaga persatuan bangsa, kata Iin, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Indonesia.











