iPublic.id, Batang – Seorang anak di usia dini harus berjuang keras demi bertahan hidup dengan menjadi pemulung, mengumpulkan botol serta barang bekas untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Saat ini, ia tinggal bersama sang nenek setelah keluarganya mengalami perpecahan. Ayahnya di ketahui sedang menjalani hukuman penjara, sementara ibunya telah pergi dan memilih hidup bersama keluarga barunya.
Kondisi tersebut memaksa anak itu menjalani kehidupan yang jauh dari kata layak untuk usianya. Di saat anak-anak lain menikmati masa bermain dan belajar, ia justru harus menghadapi kerasnya kehidupan di jalanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap hari, ia mengais rezeki dari tumpukan sampah, berharap hasil yang di dapat cukup untuk sekadar makan dan bertahan hidup bersama neneknya.
Kisah ini menjadi potret nyata masih adanya anak-anak yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kurangnya perlindungan keluarga.
Di harapkan ada perhatian dari masyarakat maupun pihak terkait agar anak tersebut mendapatkan bantuan yang layak, baik dari segi pendidikan maupun kebutuhan hidup.
Meski hidup dalam keterbatasan, harapan tetap ada. Banyak yang mendoakan agar ia di berikan kekuatan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik serta mampu mengubah nasibnya kelak. (*)
Penulis : Kir
Editor : Kir
Sumber Berita: PojokBaca.id











