ipublic.id, Jambi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan lebih awal, panjang, dan kering dibandingkan kondisi normal.
Kemarau diperkirakan mulai April 2026, dengan durasi lebih panjang dari biasanya serta curah hujan berada di bawah rata-rata.
BMKG juga memproyeksikan puncak musim kemarau terjadi sekitar Agustus 2026, dengan intensitas kekeringan yang berpotensi meningkat di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memicu risiko kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan hasil sektor pertanian.
Di media sosial, kemarau 2026 ramai disebut sebagai yang terhebat dalam 30 tahun terakhir.
Namun, BMKG menegaskan kondisi tersebut bukan klaim resmi, melainkan kemarau dengan potensi lebih ekstrem dibanding tahun sebelumnya.
Masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, termasuk penghematan air dan menjaga lingkungan.
Sektor pertanian juga diminta bersiap menghadapi potensi dampak, guna meminimalkan kerugian produksi. (*)
Penulis : Kir
Editor : Kir











